Asril SE Dorong Petani Tebu dan Pembudidaya Ikan Air Tawar Bersatu dalam Koperasi, Jalan Menuju Kesejahteraan dan Pasar Global

3 menit membaca
Efendi

BUKITTINGGI.TOP – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril SE, bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan Sosialisasi Perkoperasian bagi kelompok koperasi petani tebu dan pembudidaya ikan air tawar di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (22/6/2026) di Gedung UPTD Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat yang memberikan pemahaman serta edukasi mengenai tata kelola koperasi yang baik kepada anggota pemula maupun pengurus koperasi. Materi yang disampaikan mencakup penguatan kelembagaan, manajemen usaha, hingga strategi meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pengelolaan koperasi yang profesional.

Dalam sambutannya, Asril SE menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen penting dalam memperkuat posisi tawar pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya petani tebu dan pembudidaya ikan air tawar yang selama ini masih banyak bergerak secara mandiri maupun dalam kelompok-kelompok kecil.

“Kita melihat ada komunitas usaha, yaitu petani tebu dan pelaku usaha ikan air tawar, yang jumlahnya cukup besar. Namun dalam kondisi saat ini, ketika mereka berusaha secara mandiri atau berkelompok, masih banyak menghadapi berbagai keterbatasan. Mulai dari persoalan harga yang belum kompetitif, kualitas produk yang belum maksimal, hingga bisnis matching yang belum terkelola dengan baik. Kondisi ini menyebabkan proses menuju kesejahteraan menjadi lebih lambat,” ujar Asril.

Menurutnya, keberadaan koperasi dapat menjadi solusi dalam menyatukan kekuatan ekonomi masyarakat sehingga mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta menciptakan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan anggota.

“Melalui sosialisasi ini, kita berharap koperasi dapat menjadi wadah yang mampu mengantarkan kelompok petani tebu dan pelaku usaha ikan air tawar menuju kesejahteraan yang lebih baik,” tambahnya.

Asril juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan koperasi dan sektor usaha masyarakat. Dukungan tersebut meliputi penyediaan sarana dan prasarana, kepastian usaha, perlindungan bagi petani, serta fasilitasi akses pasar yang lebih luas.

“Pemerintah saat ini terus mendorong berbagai kebijakan untuk memberikan perlindungan kepada petani agar mereka merasa aman dan nyaman dalam menjalankan usahanya. Selain itu, pemerintah juga berperan mempertemukan produsen dengan konsumen melalui berbagai program bisnis matching, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asril mengungkapkan bahwa pada Mei 2026 lalu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut memfasilitasi pelaku usaha daerah mengikuti kegiatan bisnis matching di Sarawak, Malaysia. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Sumatera Barat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mengikuti bisnis matching ke Sarawak, Malaysia, dan seluruh fasilitasi diberikan secara gratis kepada peserta. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membantu pelaku usaha daerah agar mampu menembus pasar yang lebih besar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak kelompok usaha masyarakat yang memahami manfaat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Dengan tata kelola yang baik, inovasi yang berkelanjutan, serta dukungan pemerintah, koperasi diyakini mampu menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan anggota dan pembangunan ekonomi daerah.
(Fendy Jambak)

  • Wartawan:
    Efendi Jambak
    No KTA 12.3/BKTP/XI/2025
Bagikan Disalin