
BUKITTINGGI.TOP, Bukittinggi — Senin (2/2/2026)
Polresta Bukittinggi menggelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Zebra Singgalang 2026 sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2026. Apel berlangsung di halaman Mapolresta Bukittinggi dan dipimpin Wakapolresta Bukittinggi AKBP Dr. Bagus Ikhwan, S.I.K., M.H.
Apel pasukan tersebut diikuti personel Polri, TNI, serta unsur instansi terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung dalam menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2026.
Operasi Keselamatan Zebra Singgalang 2026 mengedepankan upaya preemtif dan preventif, yang didukung penegakan hukum secara humanis, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Dalam amanatnya, pimpinan apel menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan pendekatan persuasif, serta mengedepankan keselamatan pengguna jalan. Sinergitas antarinstansi disebut menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan operasi di lapangan.
Melalui operasi ini, Polresta Bukittinggi berharap dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus mewujudkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di wilayah hukumnya.

Kasatlantas Polresta Bukittinggi AKP M. Irsyad Fathur Rachman, S.Tr.K., S.I.K., melalui Kepala Unit Bin Ops (KBO) Satlantas Ipda Apri Yandi, menyampaikan bahwa operasi di wilayah Bukittinggi melibatkan sekitar 52 personel Satlantas. Jumlah tersebut belum termasuk personel gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja.
Dalam pelaksanaannya, petugas akan menggelar razia stasioner dengan sasaran prioritas, antara lain penggunaan knalpot tidak standar (racing), aksi balap liar, serta pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan.
Menurutnya, kegiatan cipta kondisi selama ini rutin dilakukan, khususnya pada malam akhir pekan. Namun, pelaku balap liar kerap memanfaatkan celah setelah petugas meninggalkan lokasi. Oleh karena itu, pengawasan akan terus diperketat.
Untuk pelanggaran yang melibatkan pengendara di bawah umur, Satlantas akan memanggil orang tua dan meminta surat pernyataan sebagai bentuk pembinaan. Kepolisian juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pelajar, agar tidak terlibat pelanggaran lalu lintas.
Pengawasan penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur dinilai menjadi salah satu kunci pencegahan kecelakaan lalu lintas. Tanpa kontrol dari keluarga, risiko kecelakaan di jalan raya akan semakin besar.
Selain itu, pengawasan juga difokuskan pada kawasan yang tercatat beberapa kali terjadi kecelakaan fatal. Titik rawan pelanggaran dan kecelakaan menjadi perhatian khusus guna menekan angka fatalitas.
Melalui Operasi Keselamatan Zebra Singgalang 2026, Polresta Bukittinggi berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga keamanan dan keselamatan di jalan raya dapat terwujud secara bersama. (Fendy Jambak)

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id