
BUKITTINGGI.TOP — Ajang Festival Buyuang Jo Upiak Kota Bukittinggi 2025 menjadi panggung pembuktian bakat generasi muda Minangkabau. Salah satu finalis yang berhasil menembus babak grand final adalah Khayla Shakira Hana, siswi SD Islam Excellent Plus.
Di usia yang masih sangat belia, 8 tahun, Khayla mampu bersaing dan lolos bersama 23 finalis lainnya—terdiri dari 12 putra dan 12 putri—setelah melalui proses seleksi ketat dari total 70 peserta yang mengikuti ajang tahunan tersebut.
Khayla merupakan putri dari pasangan Ade Wahyudi dan Indah Permata Sari. Saat dikonfirmasi BUKITTINGGI.TOP, Selasa (24/12/2025) via telepon, Ade Wahyudi menyampaikan bahwa bakat seni Khayla telah terlihat sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
“Meski usianya masih sangat muda, bakat Khayla di bidang seni sudah tampak sejak TK,” ujar Ade Wahyudi.
Pelajar kelas III SD Islam Excellent Plus ini lahir pada 4 Februari 2017. Ketertarikannya pada dunia seni, khususnya tari, terus diasah melalui berbagai kegiatan dan sanggar seni di Kota Bukittinggi. Sejumlah prestasi pun telah berhasil diraih, di antaranya:
Ade Wahyudi menegaskan, capaian tersebut lahir dari minat dan kecintaan Khayla—yang akrab disapa Lala—terhadap kesenian.
“Semua ini tidak terlepas dari bakat dan keinginan Lala yang sangat besar terhadap dunia seni,” tuturnya.
Sebagai orang tua, pihak keluarga berharap keberhasilan yang diraih tidak membuat Khayla cepat berpuas diri.
“Kami berharap Lala tetap rendah hati, berbakti kepada orang tua, dan terus menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Ade Wahyudi berharap Khayla dapat menampilkan performa terbaik pada ajang puncak Festival Buyuang Jo Upiak Kota Bukittinggi 2025.
“Semoga di event ini Lala bisa menorehkan prestasi terbaik di penghujung tahun,” pungkasnya.(afrizal soedarta)

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar