
BUKITTINGGI.TOP – Optimis gedung perpustakaan baru di kota Bukittinggi akan selesai 100%, dan berharap akan menjadi gedung perpustakaan model di Provinsi Sumatera Barat. Selain dilengkapi dengan buku-buku bacaan, gedung perpustakaan ini disiapkan sebagai tempat informasi terkait kegiatan Pemko Bukittinggi dan kegiatan positif lembaga-lembaga lain yang dilengkapi dengan ruang podcast dan ruang mini theater.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, pada Senin lalu, 30 Desember 2025, saat berkunjung melihat progres pembangunan gedung perpustakaan.
“Secara garis besar kita optimis gedung ini akan selesai 100%. Tentunya kita berharap perpustakaan ini menjadi model, bagi perpustakaan lainnya di Provinsi Sumatera Barat,” ucap Nauli.
Selain itu, lanjut Nauli, akan ada informasi terkait kegiatan Pemko Bukittinggi dan kegiatan positif lembaga-lembaga lain yang dilengkapi dengan ruang podcast dan pemutaran film dokumenter atau film edukasi buat anak-anak sekolah di ruang mini theater.
CV Cakrawala Perkasa, Pelaksana Proyek Gedung Perpustakaan Bertanggung jawab hingga Pekerjaan Selesai
Sebelum melaksanakan teken kontrak dengan pemerintah kota Bukittinggi, kontraktor atau pelaksana membuat jaminan pelaksanaan. 5% atau sekitar 439 juta rupiah dari nilai kontrak telah diberikan oleh kontraktor kepada Pemko Bukittinggi sebagai jaminan pelaksanaan proyek pembangunan gedung perpustakaan baru di kota Bukittinggi.
Jaminan Pelaksanaan berguna sebagai bentuk tanggung jawab pelaksana ketika kerja yang tidak selesai atau wanprestasi kerja, dan atau terkait spek bahan material bangunan yang tidak sesuai serta lain sebagainya, dan itu bisa dicairkan.
Hal ini disampaikan Direktur CV Cakrawala Perkasa, Gun Ahmad, pada Sabtu, 3 Januari 2025,ketika wawancara dengan jurnalis. Selain itu, sebagai rekanan atau pemenang tender, lanjut Gun Ahmad, sebenarnya pelaksana berhak menagih uang muka.
“Uang muka ini maksudnya diberikan oleh pengguna anggaran (PPA) kepada rekanan, dan itu tidak saya lakukan karena perusahaan memiliki kecukupan finansial, mohon maaf, maka kami masih sanggup untuk melakukan pekerjaan ini,” kata Gun.
“Seandainya saya wanprestasi, uang muka itu yang bisa digunakan, itu-kan uang negara, tapi tidak ada saya pegang, justru yang saya tagih hanya uang bobot kerjaan yang selesai tiap-tiap termen. Lalu begini, sisa penawaran 20% dari pagu anggaran, sebenarnya itu-kan keuntungan juga bagi Pemda yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lain,” ungkapnya.
Akhir wawancara, Gun menambahkan, intinya hati nurani saya untuk kota Bukittinggi. Walaupun sebagai rekanan dari luar, itu kecintaan saya, dengan hasil karya yang saya buat.
“Saya tetap menjaga utuh fungsi dan manfaat pembangunan gedung perpustakaan baru ini dengan sarana yang ada bagi masyarakat di kota Bukittinggi,” tutup Gun. (*)

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id