Pacu Kuda Bukittinggi–Agam open race 2025: Transparansi Anggaran, Marwah Alek Nagari, dan Misi Kemanusiaan

2 menit membaca

BUKITTINGGI.TOP – Alek Nagari Pacu Kuda Bukittinggi–Agam Open Race 2025 tidak hanya diproyeksikan sebagai perhelatan olahraga dan budaya, tetapi juga mengemban misi kemanusiaan melalui penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatera Barat,dan juga memperingati Hari jadi Kota Bukittinggi, Karena itu, Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berlandaskan nilai adat.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias dalam rapat persiapan dan pengecekan akhir pelaksanaan kegiatan, Rabu (24/12/2025). Pacu kuda yang akan digelar di Galanggang Bukik Ambacang, Minggu (28/12/2025), melibatkan Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam dengan dukungan anggaran publik sebesar Rp 400 juta.

Dana tersebut masing-masing bersumber dari APBD Kota Bukittinggi dan APBD Kabupaten Agam sebesar Rp 200 juta. Ramlan menekankan bahwa penggunaan anggaran daerah dan pengelolaan dana donasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.

“Kegiatan ini membawa nama daerah dan menyentuh sisi kemanusiaan. Maka tidak boleh ada ruang abu-abu dalam pengelolaannya,” ujar Ramlan.

Kegiatan yang mempertandingkan 16 race dengan total hadiah Rp 190 juta, termasuk Derby senilai Rp 40 juta, juga menjadi momentum menggalang solidaritas masyarakat Minangkabau bagi warga yang terdampak bencana alam. Penggalangan dana akan dilakukan selama pelaksanaan kegiatan, dengan melibatkan panitia dan unsur terkait.

Selain aspek anggaran dan kemanusiaan, Ramlan menekankan bahwa pacu kuda merupakan bagian dari warisan budaya Minangkabau. Oleh karena itu, penyelenggaraan Alek Nagari harus menjaga marwah adat, termasuk penempatan Niniak Mamak Kurai Limo Jorong Bukittinggi dan Nagari Gadut di Rumah Bulek sebagai simbol penghormatan terhadap struktur adat.

Area galanggang pacu diminta steril dari aktivitas berjualan yang dapat mengganggu keselamatan dan kekhidmatan acara. Panitia juga diwajibkan menyiapkan pengamanan lintas sektor, tim medis, serta memastikan kesiapan lintasan dan fasilitas pendukung.

Sebagai bentuk keterbukaan akses publik, sejumlah kelas pacuan, seperti Kelas Kuda Bogy, Kelas Perdana, dan Kelas Sagalo, akan digratiskan bagi penonton. Kebijakan ini diharapkan menjaga Alek Nagari tetap menjadi milik bersama.

Pemerintah Kota Bukittinggi juga berencana menjadikan pacu kuda sebagai agenda rutin dua kali dalam setahun, termasuk pacu kuda wisata dan Derby. Namun, Ramlan menegaskan bahwa keberlanjutan agenda tersebut harus dibarengi dengan tata kelola yang bersih dan penghormatan terhadap nilai budaya.

Panitia dijadwalkan melakukan peninjauan lintasan dan akses jalan menuju arena pada Sabtu (27/12/2025) sore, sebagai bagian dari mitigasi risiko dan upaya menjamin keselamatan penonton.

Bagi pemerintah daerah, keberhasilan Alek Nagari Pacu Kuda Bukittinggi–Agam tidak hanya diukur dari ramainya penonton, tetapi dari kemampuan menjaga kepercayaan publik, akuntabilitas anggaran, serta efektivitas misi kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera Barat. (Fendy Jambak)

  • Wartawan:
    Efendi Jambak

    No KTA 12.3/BKTP/XI/2025
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *