
RME Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Nagari Sungai Batang Maninjau
Maninjau, Bukittinggi.Top — Ranah Minang Entertainment (RME) menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (24/12/2025). Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana selama 11 hari yang dilakukan para seniman Minangkabau sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam di Sumatera Barat.

Nagari Sungai Batang dipilih sebagai lokasi penyaluran karena menjadi salah satu wilayah terdampak terparah akibat banjir bandang. Dari posko penggalangan dana di Jambu Air, Jalan Padang Luar–Bukittinggi, tepatnya di depan Rumah Makan Simpang Raya, rombongan RME bertolak menuju lokasi bencana setelah terlebih dahulu melaksanakan doa bersama.
Rombongan dipimpin langsung Ketua RME, Ikri Yusyandra, didampingi wakil ketua, jajaran pengurus, penasihat, serta sejumlah anggota RME. Ikri Yusyandra kepada awak media Bukittinggi.Top menyampaikan rasa syukur atas dukungan para dermawan.
“Alhamdulillah, selama 11 hari penggalangan dana, kami berhasil mengumpulkan bantuan dari masyarakat yang melintas di jalur Padang Luar–Bukittinggi serta dari para perantau. Bantuan tersebut berupa 100 paket sembako, pakaian layak pakai yang telah dicuci dan dipilah untuk anak-anak serta dewasa, serta donasi dari Almaz Fried Chicken berupa 200 boks paket nasi ayam,” ujar Ikri.

Wakil ketua RME, Dea Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan yang pertama dilakukan RME. Sebelumnya, RME juga aktif dalam aksi kemanusiaan saat bencana erupsi Gunung Marapi.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap misi kemanusiaan. Ini adalah panggilan nurani kami sebagai seniman untuk berbagi dan peduli,” ungkapnya.
Di lokasi bencana, rombongan RME menyalurkan bantuan secara langsung ke titik-titik pemukiman warga terdampak agar bantuan tepat sasaran dan segera dapat dimanfaatkan. Di Nagari Sungai Batang, banjir bandang menyebabkan kerusakan parah di dua jorong, yakni Jorong Nagari dan Jorong Labuah. Ratusan rumah warga luluh lantak, sementara lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat rusak total.
Artis Minangkabau asal Bukittinggi sekaligus anggota RME, Zul Sikumbang, mengaku sangat terpukul setelah melihat langsung kondisi di lapangan.
“Melihat langsung, hati rasanya teriris. Kesedihan masyarakat benar-benar terasa,” ujarnya.

Penasihat RME, Naswir dan Deswarman Law, menyampaikan pesan penguatan kepada warga agar tetap tabah dan tidak larut dalam kesedihan. Mereka berharap masyarakat Sungai Batang dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan.
Koordinator kegiatan, Doni Khordi, menambahkan bahwa bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan. Kehadiran RME, menurutnya, merupakan bagian dari empati dan solidaritas terhadap sesama.
Dea Putri juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih serius dalam proses pemulihan total kawasan terdampak.
“Sungai Batang adalah daerah bersejarah, tempat lahir tokoh nasional Buya Hamka. Sudah sepatutnya kawasan ini mendapat perhatian khusus agar bisa pulih kembali,” katanya.
Ucapan terima kasih disampaikan perwakilan masyarakat Sungai Batang, Dt. Mangkuto Basa, kepada RME dan seluruh donatur.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih atas kepedulian dan kehadiran RME. Semoga semua yang membantu diberi balasan pahala dan dilancarkan rezekinya,” tuturnya.
Menutup kegiatan, Ketua RME Ikri Yusyandra mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kebersamaan dan konsisten mengedepankan misi kemanusiaan demi sesama.(afrizal soedarta)

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id
Tidak ada komentar