Skip to content
Breaking News

Perampokan Bersenjata di Agam, Satu Terduga Pelaku Ditangkap Warga, Tiga Lainnya Melarikan Diri

Berita Terkini Headline News 4 minutes read 346 views

BUKITTINGGI.TOP,AGAM, 20 Oktober 2026 — Aksi perampokan bersenjata api menggegerkan warga Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Peristiwa yang terjadi di sekitar minimarket EB Mart, Simpang Aua, pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB itu menyebabkan seorang petugas toko mengalami luka setelah diduga diserang para pelaku.

Dalam kejadian tersebut, satu orang pria berinisial U berhasil diamankan warga di lokasi kejadian, sementara tiga orang lainnya melarikan diri menggunakan mobil Mitsubishi Xpander berwarna putih. Sepeda motor Honda Scoopy yang diduga digunakan dalam aksi tersebut ditinggalkan di tempat kejadian.

Empat Orang Diduga Terlibat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika petugas minimarket hendak menutup toko. Tiba-tiba, empat orang yang belum diketahui identitas lengkapnya datang ke lokasi menggunakan sepeda motor dan mobil.

Dua orang disebut mengendarai sepeda motor, sedangkan dua lainnya berada di dalam mobil Mitsubishi Xpander putih yang terparkir tidak jauh dari lokasi.

Salah seorang terduga pelaku kemudian menghampiri petugas toko sambil memperlihatkan senjata api yang menyerupai pistol. Dalam situasi tersebut, terdengar tiga kali letusan senjata yang menurut informasi awal diarahkan ke korban.

Pada saat bersamaan, pelaku lainnya diduga berupaya mengambil uang yang sedang dipegang petugas toko.

Korban berusaha menyelamatkan diri dengan mendorong pelaku, kemudian berlari menuju rumah warga di dekat Bank BRI untuk meminta pertolongan. Namun, upaya tersebut tidak serta-merta membuatnya lolos dari kejaran.

Di pinggir jalan, korban kembali mendapat serangan dari pelaku lainnya hingga terjatuh. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis.

Warga Berdatangan, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Suara keributan dan letusan senjata membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk mengetahui apa yang terjadi.
Ketika jumlah warga semakin banyak, situasi berubah. Seorang pria berinisial U tidak sempat melarikan diri dan berhasil diamankan warga di lokasi kejadian.

Sementara itu, tiga orang lainnya dilaporkan berhasil kabur menggunakan mobil Mitsubishi Xpander putih. Sepeda motor Honda Scoopy yang sebelumnya digunakan dalam aksi tersebut ditinggalkan di tempat kejadian.

Situasi semakin menegangkan ketika seorang warga berusaha mendekat untuk memberikan pertolongan kepada korban. Warga tersebut mengaku sempat diancam menggunakan senjata api yang diarahkan ke bagian dadanya sehingga terpaksa mundur demi menyelamatkan diri.

Ketika kembali keluar rumah, terduga pelaku yang membawa senjata api itu telah melarikan diri bersama rekannya menggunakan mobil yang menunggu di sekitar lokasi.

Korban Mendapatkan Perawatan Medis

Akibat peristiwa tersebut, petugas toko yang menjadi korban dilaporkan menjalani perawatan di Puskesmas Pekan Kamih setelah mengalami pukulan di bagian kepala dan guncangan akibat kejadian yang dialaminya.

Peristiwa ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, mengingat aksi tersebut terjadi pada malam hari di kawasan permukiman yang masih terdapat aktivitas warga.

Warga berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut, termasuk menelusuri keberadaan tiga orang yang melarikan diri serta memastikan asal-usul senjata api yang diduga digunakan dalam aksi perampokan.

Identitas lengkap para terduga pelaku, motif kejadian, jumlah kerugian, serta perkembangan penyelidikan masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi pihak kepolisian.

Tokoh Masyarakat Serukan Penguatan Keamanan Lingkungan

Peristiwa ini turut memunculkan keprihatinan dari tokoh masyarakat Nagari Koto Tangah. Ia menilai, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Beban yang dipikul kepolisian saat ini sangat banyak dan berat. Tanpa partisipasi aktif dan kesadaran warga dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, segala upaya aparat akan terasa sia-sia. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, kesadaran menjaga keamanan lingkungan harus diwujudkan melalui kepedulian dan kewaspadaan bersama, termasuk mengaktifkan kembali ronda malam serta memperkuat komunikasi antarwarga.

Ia berharap kegiatan pengamanan lingkungan tidak hanya dilakukan ketika menghadapi momentum tertentu atau setelah terjadi peristiwa yang meresahkan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Keamanan Bukan Hanya Tanggung Jawab Polisi

Peristiwa di EB Mart menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan membutuhkan kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum.

Warga diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan, segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang, serta menghindari tindakan main hakim sendiri, terutama ketika menghadapi pelaku yang diduga membawa senjata api.

Apabila menemukan situasi berbahaya, keselamatan warga harus menjadi prioritas. Penanganan terhadap terduga pelaku dan pengungkapan perkara tetap harus dilakukan melalui prosedur hukum yang berlaku.

Kini, masyarakat menantikan langkah kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh, menangkap para terduga pelaku yang masih buron, serta memberikan kepastian hukum atas peristiwa yang meresahkan warga Nagari Koto Tangah.
(**)

Share
Avatar of Efendi
Written by