Kampung Askme DAGUSIBU Resmi Diluncurkan di Bukittinggi, Linda Wardiyanti Dorong Masyarakat Jadi Pemilik Kendali Kesehatan Sendiri

4 menit membaca

BUKITTINGGI.TOP  – Semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat mewarnai peluncuran Program Kampung Askme DAGUSIBU di Kelurahan Campago Guguak Bulek (CGB), kecamatan MKS Kota Bukittinggi, yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Program yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Kota Bukittinggi Fraksi PKS, apt. Linda Wardiyanti, S.Farm., melalui alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait pengelolaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini terlaksana melalui sinergi antara Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Bukittinggi, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan Wali Kota H. M. Ramlan Nurmatias, S.H., dan Wakil Wali Kota Ibnu Asis, S.TP.

Peluncuran program ditandai dengan penyerahan atribut secara simbolis oleh Linda Wardiyanti bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi kepada kader kesehatan dan petugas lapangan. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya aksi nyata di tengah masyarakat melalui kunjungan door-to-door ke rumah warga.

Dalam kegiatan lapangan tersebut, petugas melakukan pendataan kesehatan keluarga sekaligus memberikan edukasi langsung mengenai konsep DAGUSIBU, yaitu bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.

Sebagai inisiator program sekaligus seorang apoteker, Linda Wardiyanti menegaskan bahwa Kampung Askme DAGUSIBU hadir untuk membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.
“Kami ingin masyarakat menjadi pemilik penuh atas kendali kesehatan mereka sendiri. Masyarakat harus memahami bagaimana memperoleh obat yang benar, menggunakan sesuai aturan, menyimpan dengan aman, serta membuang limbah obat secara tepat agar tidak mencemari lingkungan,” ujar Linda.

Menurutnya, edukasi tersebut menjadi semakin penting mengingat Kelurahan Campago Guguak Bulek merupakan kawasan padat penduduk dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang cukup tinggi.

“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, kita berharap dapat mencegah penyalahgunaan obat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga secara menyeluruh,” tambahnya.

Linda juga menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun budaya sadar obat di Kota Bukittinggi.
“Program serupa telah sukses dilaksanakan di Kelurahan Banto Laweh pada tahun sebelumnya. Tahun 2026 ini kita fokus di Campago Guguak Bulek, dan ke depan akan terus diperluas ke kelurahan-kelurahan lainnya di Kota Bukittinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Adrian, S.KM., M.KM., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara DPRD, Dinas Kesehatan, dan organisasi profesi apoteker dalam mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Ibu Linda terhadap program kesehatan masyarakat ini. Melalui edukasi empat pilar DAGUSIBU, kami berharap masyarakat semakin memahami penggunaan obat yang benar sehingga dapat mencegah berbagai risiko kesehatan, termasuk kasus keracunan obat,” kata Ramli.

Senada dengan itu, Ketua IAI Cabang Bukittinggi, apt. Nurasiah Wahid, S.Si., M.Farm., menegaskan kesiapan para apoteker untuk terus mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan pembinaan yang berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, Plt. Lurah Campago Guguak Bulek, Ferizal, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut sekaligus menyoroti pentingnya peningkatan koordinasi seluruh kader kesehatan di wilayahnya.

Ia mencatat bahwa dari enam Posyandu yang ada di Kelurahan CGB, baru kader dari dua Posyandu yang dapat hadir dalam peluncuran program kali ini.
“Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan pengetahuan masyarakat. Ke depan, hal ini menjadi evaluasi bersama agar koordinasi semakin baik sehingga informasi dan edukasi yang diberikan para apoteker dapat menjangkau seluruh keluarga di Campago Guguak Bulek,” ujarnya.

Melalui Kampung Askme DAGUSIBU, Kota Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat, cerdas, dan mandiri melalui peningkatan literasi kesehatan berbasis keluarga. Program ini diharapkan menjadi model edukasi kesehatan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai kelurahan lainnya demi terwujudnya masyarakat Bukittinggi yang semakin sehat dan berkualitas.

“Kampung Askme DAGUSIBU resmi diluncurkan di Kelurahan Campago Guguak Bulek, Bukittinggi. Diinisiasi Anggota DPRD Kota Bukittinggi apt. Linda Wardiyanti, S.Farm., program ini mengajak masyarakat menjadi lebih cerdas dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Melalui edukasi langsung dari rumah ke rumah, gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga sekaligus mencegah penyalahgunaan obat di tengah masyarakat.”
(Fendy Jambak)

  • Wartawan:
    Efendi Jambak
    No KTA 12.3/BKTP/XI/2025
Bagikan Disalin