Skip to content
Breaking News

Asril SE Gandeng Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Perkuat Empat Pilar Pariwisata Bukittinggi–Agam

Berita Terkini Edukasi & Ilmu Pengetahuan Ekonomi & Bisnis Headline 4 minutes read 134 views

BUKITTINGGI.TOP — Penguatan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi, tetapi juga membutuhkan industri yang berkualitas, kelembagaan yang solid, serta promosi yang efektif. Berangkat dari pemikiran tersebut, anggota Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Asril SE, bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat serta melakukan konsolidasi bersama Asosiasi Pengusaha pariwisata Indonesia (ASPI) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan Entrepreneur.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (28–29 Oktober 2026), di Aula UPTD BPP Pertanian Disbuntanhor Provinsi Sumatera Barat ini diikuti 70 pelaku usaha kuliner dan UMKM yang bergerak di sektor perhotelan, Homestay dan perjalanan wisata (traveling) dari kawasan Bukittinggi–Agam.

Bimtek tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing pelaku usaha sekaligus menyatukan persepsi berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah.

Satukan Persepsi, Maksimalkan Potensi Wisata

Dalam keterangannya kepada media, Kamis (29/10/2026), Asril SE menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan berwirausaha, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi berbagai pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan industri pariwisata.

“ Kegiatan bimtek hari ini dalam rangka konsolidasi penyatuan persepsi berbagai stakeholder. Hari ini melalui ASPI, di dalamnya banyak stakeholder, ada bidang homestay, kuliner, hotel, dan lain-lain,” ujar Asril.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan perlu memiliki visi dan persepsi yang sama agar potensi pariwisata di kawasan Bukittinggi–Agam dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia menilai, kawasan Bukittinggi–Agam memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Namun, potensi tersebut harus didukung dengan perencanaan yang matang, pelayanan berkualitas, kelembagaan yang kuat, serta strategi promosi yang terarah.

“Kita satukan persepsi bagaimana kita bisa meningkatkan pariwisata di daerah kita, khususnya Bukittinggi–Agam. Kita tahu banyak potensi-potensi yang bisa dijadikan destinasi wisata. Di situ kita bangun dengan empat pilar untuk menjadi penyangga yang kuat,” imbuhnya.

Empat Pilar Penyangga Pariwisata

Asril memaparkan, terdapat empat pilar penting yang perlu menjadi perhatian bersama dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Pertama, pembangunan destinasi wisata.

Pengembangan destinasi menjadi fondasi utama dalam menarik kunjungan wisatawan. Potensi wisata yang dimiliki Bukittinggi–Agam perlu ditata dan dikembangkan dengan dukungan sarana, prasarana, serta pengelolaan yang memadai agar mampu memberikan pengalaman yang baik bagi pengunjung.

Kedua, pembangunan industri pariwisata.

Pilar ini berkaitan dengan kualitas pelayanan kepada wisatawan, mulai dari penyediaan akomodasi, hotel, homestay, usaha kuliner, hingga atraksi budaya. Seluruh unsur tersebut harus saling mendukung agar wisatawan memperoleh pelayanan yang nyaman, berkualitas, dan berkesan selama berada di daerah tujuan wisata.

Ketiga, pembangunan kelembagaan.

Menurut Asril, kelembagaan memiliki peran penting dalam menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi antarpelaku usaha pariwisata. Tanpa kelembagaan yang baik, penataan sektor pariwisata dan upaya meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan sulit berjalan secara maksimal.

“Dengan adanya kelembagaan, mereka bisa berbenah diri secara internal, dan kita bisa melakukan intervensi-intervensi bantuan dari pemerintah melalui kelembagaan tersebut,” jelasnya.

Melalui kelembagaan yang terorganisasi, pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat kerja sama, meningkatkan profesionalisme, serta membuka peluang untuk mendapatkan pembinaan dan dukungan program pemerintah.

Keempat, pembentukan atau penguatan badan promosi pariwisata.

Asril menegaskan bahwa promosi merupakan unsur penting dalam memperkenalkan keunggulan destinasi wisata kepada masyarakat luas. Potensi yang besar tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak diiringi upaya promosi yang konsisten dan menjangkau calon wisatawan.

“Sebagai daerah wisata, jika tidak memiliki badan promosi pariwisata, itu merupakan suatu kerugian. Karena untuk menjangkau wisatawan dibutuhkan proses sosialisasi dan jemput bola, sehingga melalui promosi, wisatawan tahu kelebihan wisata daerah kita,” pungkasnya.

Entrepreneur Tangguh, UMKM Naik Kelas

Selain memperkuat sinergi sektor pariwisata, Bimtek Penumbuhan Entrepreneur juga diarahkan untuk membangun jiwa kewirausahaan di kalangan pelaku UMKM.

Penumbuhan entrepreneur diharapkan mampu mendorong masyarakat menciptakan lapangan kerja secara mandiri, menghadirkan inovasi produk dan layanan, serta membangun kemandirian ekonomi. Pelaku usaha juga didorong agar lebih adaptif menghadapi perubahan pasar, berani mengembangkan peluang, dan tangguh dalam menghadapi tantangan bisnis.

Bagi kawasan Bukittinggi–Agam yang memiliki potensi wisata, penguatan UMKM kuliner, perhotelan, homestay, dan jasa perjalanan merupakan bagian penting dari upaya membangun rantai ekonomi pariwisata yang saling terhubung.

Dengan meningkatnya kualitas produk dan pelayanan, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya menjadi pendukung kegiatan pariwisata, tetapi juga mampu mengambil peran lebih besar dalam menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sinergi antara DPRD Sumatera Barat, Dinas Koperasi dan UKM, ASPI, serta para pelaku usaha diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun pariwisata Bukittinggi–Agam yang lebih terarah, kompetitif, dan berkelanjutan.

Melalui penguatan empat pilar pariwisata dan penumbuhan entrepreneur, potensi daerah diharapkan dapat dikelola secara lebih profesional sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
(Fendy Jambak)

Share
Avatar of Efendi
Written by