Skip to content
Breaking News

Dari Semifinal hingga Final, Urawa Bukittinggi Old Star Tunjukkan Mental Juara di Batusangkar

Berita Terkini Headline News Olahraga 4 minutes read 200 views

BATUSANGKAR, BUKITTINGGI.TOP — Tim Urawa Bukittinggi Old Star U-50 sukses mengangkat trofi juara pada ajang silaturahmi sepak bola Urawa Cup I kategori U-40 dan U-50 yang diikuti tim-tim dari Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Kepastian gelar tersebut diraih setelah Urawa Bukittinggi Old Star menaklukkan Urawa Kota Padang melalui drama adu penalti dengan skor 5-4 pada partai final di Lapangan Limo Kaum, Batusangkar, Minggu (25/10/2026).

Pertandingan final berlangsung menarik dan sarat gengsi. Kedua tim sama-sama diperkuat sejumlah legenda sepak bola Sumatera Barat yang pernah menghiasi perjalanan sepak bola di daerah ini. Nama-nama seperti Maskur Rauf, Amir Hamzah, dan Hasnul Harun yang akrab disapa Abeng, turut mewarnai laga penuh semangat tersebut.

Kemenangan ini menjadi pencapaian membanggakan bagi Urawa Bukittinggi Old Star. Selain membawa pulang trofi juara, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa semangat berkompetisi dan kecintaan terhadap sepak bola tetap terjaga di kalangan pemain senior.

Dari Runner-up Grup hingga Mengangkat Trofi

Perjalanan Urawa Bukittinggi Old Star menuju tangga juara tidak diperoleh dengan mudah. Tergabung di Grup A bersama Urawa Batusangkar, Urawa Padang, dan Urawa Padang Panjang, tim asal Kota Bukittinggi itu harus puas menempati posisi runner-up grup, di bawah Urawa Padang yang keluar sebagai juara grup.

Memasuki babak semifinal, Urawa Bukittinggi Old Star menghadapi Urawa Indonesia. Pertandingan berlangsung ketat hingga harus ditentukan melalui adu penalti. Dengan semangat juang tinggi, Urawa Bukittinggi Old Star akhirnya memastikan kemenangan 5-4 sekaligus mengamankan tiket ke partai puncak.

Semifinal tersebut menjadi salah satu pertandingan yang paling berkesan bagi tim Bukittinggi. Pasalnya, Urawa Indonesia diperkuat sejumlah mantan pemain yang pernah merasakan atmosfer sepak bola profesional, di antaranya Agusrianto yang pernah memperkuat Persija, Mahdi S dari Medan Jaya/PSMS Medan, serta Syafril dari Semen Padang, bersama sejumlah pemain terbaik Sumatera Barat lainnya.

Di semifinal lainnya, Urawa Padang berhasil mengatasi perlawanan Bima Old Star yang diperkuat Apri Giri, Santoso, dan Masferi Kasim.

Hasil semifinal itu mempertemukan kembali Urawa Bukittinggi Old Star dengan Urawa Padang di partai final. Pertemuan dua tim yang telah saling mengenal kekuatan masing-masing tersebut kembali menghadirkan pertandingan sengit. Kali ini, Urawa Bukittinggi Old Star berhasil keluar sebagai pemenang melalui adu penalti dengan skor 5-4.

“Pasukan Berani Mati, Takut Lapar”

Di balik perjuangan menuju gelar juara, Urawa Bukittinggi Old Star memiliki slogan khas yang menggambarkan kekompakan dan semangat kebersamaan mereka, yakni “Pasukan Berani Mati, Takut Lapar.”
Slogan tersebut menjadi warna tersendiri bagi tim dalam menjalani setiap pertandingan. Namun, lebih dari sekadar mengejar kemenangan, keikutsertaan mereka dalam Urawa Cup I memiliki tujuan utama untuk mempererat persahabatan dan menjaga hubungan antarpemain lintas generasi.

Kehadiran para legenda sepak bola Indonesia di Batusangkar pun membuat suasana silaturahmi semakin semarak. Lapangan bukan hanya menjadi tempat untuk bertanding, tetapi juga ruang untuk mengenang perjalanan, mempertemukan kembali sahabat lama, serta merawat kecintaan terhadap sepak bola.

Dedi Yanto: Kemenangan Hanya Bonus

Koordinator tim Urawa Bukittinggi Old Star, H. Dedi Yanto, menyampaikan bahwa nilai terpenting dari keikutsertaan timnya dalam turnamen tersebut adalah terjaganya silaturahmi antarpemain.
Hal itu disampaikannya kepada media, Senin (26/10/2026).

“Yang paling penting di event ini adalah menjaga silaturahmi antar pemain, karena jarak dan kesempatan untuk berjumpa hanya pada event-event seperti ini,” ujar Dedi Yanto.

Menurutnya, trofi juara yang berhasil diraih merupakan hasil positif dari pertandingan yang dijalani. Namun, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan yang ingin dicapai.
“Dan kemenangan hanya merupakan bonus dari sebuah permainan. Insyaallah, event selanjutnya akan digelar di Pasaman Barat. Semoga silaturahmi antar pemain tetap berlanjut, dengan laga-laga yang menarik tentunya,” tutupnya.

Keberhasilan Urawa Bukittinggi Old Star U-50 menjuarai Urawa Cup I menjadi penutup manis dari rangkaian pertandingan yang mempertemukan para pemain senior lintas daerah. Lebih dari sekadar trofi, ajang ini memperlihatkan bahwa persahabatan, sportivitas, dan kecintaan terhadap sepak bola tetap hidup, sekalipun para pemain telah melewati masa keemasan mereka di lapangan hijau.
(Fendy Jambak)

Share
Avatar of Efendi
Written by