BUKITTINGGI.TOP — Kekecewaan mendalam menyelimuti atlet dan masyarakat pencinta sepakbola Kota Bukittinggi setelah tim sepakbola daerah tersebut dipastikan gagal mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026.
Kegagalan ini terasa semakin berat karena sebelumnya para pemain telah menjalani rangkaian persiapan panjang. Mulai dari seleksi dan latihan, sejumlah laga uji coba, hingga proses verifikasi pemain telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Harapan yang telah dibangun selama proses persiapan akhirnya pupus. Bukan hanya para atlet yang kecewa, tetapi juga masyarakat pencinta sepakbola Bukittinggi yang sejak awal menaruh harapan besar agar tim kebanggaan mereka dapat berlaga di Porprov Sumbar XVI.
Diketahui, seluruh rangkaian proses persiapan, mulai dari seleksi hingga verifikasi pemain, biaya pelaksanaannya ditanggung secara mandiri oleh PSSI Bukittinggi bersama jajaran pengurusnya.

Kekecewaan juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Bukittinggi, Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono.
Menurut Dolly, hal yang paling memprihatinkan dari persoalan tersebut adalah kondisi para pemain yang telah mencurahkan waktu dan tenaga, bahkan harus mengorbankan kegiatan sekolah demi mengikuti seluruh rangkaian persiapan tim.
“Saya sangat sedih memikirkan anak-anak yang telah mengorbankan waktu dan sekolah untuk menjalani seluruh rangkaian kegiatan latihan, yang pada akhirnya mereka tidak berangkat ke Porprov Sumbar,” ujar Dolly dengan nada sedih.
Ia mengaku turut memikirkan kondisi mental para pemain yang harus menerima kenyataan bahwa seluruh proses panjang yang telah mereka jalani tidak berujung pada keberangkatan ke Porprov.
“Coba bayangkan, bagaimana mental mereka menghadapi kenyataan ini,” imbuhnya.
Dolly menjelaskan, dari sisi administrasi, PSSI Bukittinggi telah mengikuti tahapan registrasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pihaknya juga telah menyampaikan surat kepada KONI Bukittinggi terkait keikutsertaan cabang olahraga sepakbola.

Namun, menurut Dolly, hingga Jumat, 2 Oktober 2026, surat tersebut belum mendapatkan jawaban dari KONI Bukittinggi.
“Kalau masalah administrasi, kita sudah mengikuti seluruh prosedur untuk registrasi sesuai regulasi. Ada bukti kita mengirimkan surat kepada KONI Bukittinggi, namun sampai hari ini, Jumat 2 Oktober 2026, tidak ada jawaban,” terangnya.
Meski kecewa, Dolly menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Saat ini, menurutnya, perhatian utama adalah kondisi para pemain yang dinilai membutuhkan dukungan, terutama dari sisi mental.
“Kami sebagai orang olahraga tidak mau berpolemik terkait masalah ini. Yang kami pikirkan saat ini adalah bagaimana memperbaiki mental mereka yang drop karena hal ini,” pungkasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak KONI Bukittinggi yang telah dihubungi rekan media belum memberikan jawaban maupun tanggapan terkait persoalan gagalnya tim sepakbola Bukittinggi mengikuti Porprov Sumbar XVI Tahun 2026.
Kegagalan tampil di Porprov kali ini menyisakan pekerjaan rumah bagi pembinaan sepakbola Bukittinggi. Terlepas dari persoalan yang terjadi, para pemain muda yang telah berlatih dan berjuang selama proses persiapan tentu membutuhkan perhatian agar kekecewaan tersebut tidak mematahkan semangat mereka untuk terus berkembang dan berprestasi di masa mendatang.
(Fendy Jambak)
