
BUKITTINGGI.TOP – Kita memahami bahwa teknologi diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Namun pertanyaannya, apakah kemudahan itu masih bisa disebut kemudahan jika justru menyulitkan sebagian masyarakat?
Dalam proses penerimaan murid baru, misalnya, hampir seluruh tahapan kini bergantung pada aplikasi. Di atas kertas, sistem ini terlihat modern, cepat, dan efisien. Tetapi di lapangan, masih banyak persoalan yang muncul. Ada aplikasi yang sulit diakses melalui perangkat tertentu, proses unggah dokumen yang terganggu koneksi internet, hingga kesalahan pengisian data yang berakibat fatal.
Yang lebih memprihatinkan adalah nasib para orang tua yang gagap teknologi. Tidak semua wali murid terbiasa menggunakan aplikasi digital. Tidak semua keluarga memiliki komputer atau laptop. Tidak semua daerah memiliki akses internet yang stabil.

Ketika sebuah kesalahan teknis langsung menggugurkan kesempatan seorang anak tanpa ruang klarifikasi atau bantuan manusia, maka yang sedang bekerja bukan lagi pelayanan pendidikan, melainkan logika mesin yang kaku.
Teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti nurani. Aplikasi memang mampu memproses data dengan cepat, tetapi ia tidak memahami kecemasan seorang ibu yang bingung mengunggah berkas. Ia tidak mengerti perjuangan seorang ayah yang harus meminjam perangkat untuk mendaftarkan anaknya. Ia juga tidak mampu membedakan antara kelalaian dan keterbatasan.
Kemajuan teknologi bukanlah masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika manusia menyerahkan seluruh keputusan kepada sistem tanpa menyediakan ruang bantuan bagi mereka yang kesulitan. Modernisasi yang mengabaikan sisi kemanusiaan pada akhirnya hanya melahirkan ketimpangan baru.
Sebab pendidikan bukan sekadar urusan data dan dokumen. Pendidikan adalah tentang manusia. Dan selama manusia masih menjadi pusat dari pendidikan, maka rasa kemanusiaan tidak boleh kalah oleh mesin.
Quote:
“Teknologi yang baik memudahkan manusia, bukan menghukum mereka yang tertinggal.”
“Aplikasi dapat membaca data, tetapi hanya manusia yang mampu memahami keadaan.”
“Ketika kesalahan klik lebih menentukan nasib anak daripada kenyataan hidupnya, ada yang salah dalam cara kita memaknai kemajuan.”
“Mesin diciptakan untuk membantu manusia, bukan menggantikan rasa kemanusiaan.”
Penulis : Ardy mu’tamar

dirgantaraku.com | jamgadangnews.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id