
BUKITTINGGI.TOP — Semarak seni dan budaya Minangkabau menggema di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Senin (24/8/2026). Sebanyak 20 sanggar seni dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam turut memeriahkan pawai Festival Seni dan Budaya Pintu Kabun Baralek Gadang.
Pawai tersebut secara resmi dilepas oleh anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril SE, dengan mengusung tema “Membangun Generasi Muda Kitabullah.”
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan dan pelestarian kesenian tradisional, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau di tengah generasi muda.

Dalam keterangannya, Asril SE mengatakan, Festival Seni dan Budaya Pintu Kabun Baralek Gadang memiliki tujuan penting dalam membentuk generasi muda yang memahami seni, budaya, adat, hingga syariah.
“Digelarnya Festival Seni dan Budaya Pintu Kabun Baralek Gadang ini merupakan suatu tujuan untuk membangun generasi muda Kitabullah. Ketika masyarakat mengenal seni dan budaya, maka mereka akan mengenal adat. Ketika mereka mengenal adat, mereka akan mengenal syariah. Nah, dengan mengenal syariah, di sinilah kita membangun generasi muda yang Kitabullah,” ujar Asril.

Menurutnya, upaya membangun generasi muda Kitabullah sekaligus merupakan bagian dari penguatan adat dan budaya Minangkabau yang berlandaskan filosofi “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” (ABS-SBK).
“Membangun generasi muda Kitabullah itu merupakan penguatan adat budaya Minangkabau yang berfilosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah,” imbuhnya.
Festival yang melibatkan puluhan sanggar seni tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarsanggar sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan dan mengembangkan bakat seni serta budaya daerah.

Tidak hanya diisi dengan pawai dan pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan perangkat dan peralatan seni kepada sanggar tuan rumah yang menjadi pelaksana Festival Seni dan Budaya Pintu Kabun Baralek Gadang.
Asril berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga seni dan budaya Minangkabau tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Dengan kegiatan seperti ini, kita ingin seni, budaya dan adat Minangkabau tetap hidup serta terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.
(Fendy Jambak)

dirgantaraku.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id