
BUKITTINGGI.TOP — Bukan sekadar reuni, apalagi jalan-jalan. Sebanyak 17 pemain Urawa Bukittinggi Old Star siap membawa nama daerah ke ajang Turnamen Urawa Indonesia kelompok umur 50 tahun (U-50) yang akan digelar di Kota Jambi.
Dengan semangat tinggi serta dukungan dari Ketua Urawa Bukittinggi Old Star, Hendri Susilo, skuad senior asal Bukittinggi itu bersiap menghadapi persaingan ketat setelah tergabung dalam grup maut bersama Urawa DKI, Urawa Pekanbaru, dan Urawa Padang.
Persaingan dipastikan berlangsung menarik. Ketiga calon lawan Urawa Bukittinggi Old Star dihuni sejumlah mantan pemain yang pernah mencicipi kerasnya kompetisi sepakbola nasional.

Urawa Padang diperkuat sejumlah mantan pemain PSP Padang dan Semen Padang. Sementara Urawa DKI diperkuat mantan pemain Persija, sedangkan Urawa Pekanbaru memiliki sejumlah pemain yang pernah memperkuat PSPS.
Kondisi tersebut membuat persaingan di grup semakin menarik. Di atas kertas, pengalaman para mantan pemain yang pernah berkiprah di level nasional menjadi modal penting bagi masing-masing tim.
Namun, Bukittinggi Old Star tak datang ke Jambi hanya sebagai pelengkap.
Dengan pengalaman para pemainnya yang pernah menjadi bagian dari perjalanan sepakbola Bukittinggi, tim ini diyakini memiliki motivasi berlipat untuk memberikan perlawanan terbaik. Status sebagai tim yang berada satu grup dengan sejumlah mantan pemain level nasional justru menjadi pemicu semangat tersendiri bagi skuad Bukittinggi.

Koordinator Urawa Bukittinggi Old Star, H. Dedi Yanto, menegaskan bahwa keikutsertaan tim dalam turnamen tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, ajang Urawa Indonesia U-50 menjadi momentum mempertemukan kembali para mantan pemain sepakbola yang pernah menghiasi lapangan hijau di daerah masing-masing.
“Event ini merupakan ajang silaturahmi bagi mantan pemain legendaris di kota masing-masing di eranya. Jadi, selain bertanding, kita juga ingin mempererat persaudaraan dan kebersamaan sesama mantan pemain sepakbola,” ujar H. Dedi Yanto kepada media melalui sambungan telepon, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, usia boleh bertambah, tetapi kecintaan terhadap sepakbola dan semangat persaudaraan tidak boleh ikut pudar.
Untuk menuju Kota Jambi, rombongan Bukittinggi Old Star akan menempuh perjalanan darat dan dijadwalkan bertolak pada Jumat (21/8/2026).
H. Dedi Yanto berharap perjalanan rombongan berjalan aman dan lancar, sehingga seluruh pemain dapat tiba di Jambi dalam kondisi prima dan siap mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.
“Semoga selamat dalam perjalanan pulang-pergi ke Kota Jambi, lancar dan tidak ada kendala apa pun,” harapnya.
Kehadiran Urawa Bukittinggi Old Star di ajang Urawa Indonesia U-50 Jambi menjadi bukti bahwa sepakbola tidak mengenal batas usia. Bagi para pemain senior ini, lapangan hijau bukan hanya tempat untuk mengejar kemenangan, tetapi juga ruang untuk kembali merajut persahabatan, bernostalgia dengan masa kejayaan, sekaligus menjaga silaturahmi yang telah terbangun sejak puluhan tahun lalu.
Dengan pengalaman, mental bertanding, dan semangat para pemain yang pernah menjadi bagian dari sejarah sepakbola Bukittinggi, Urawa Bukittinggi Old Star siap memberikan kejutan di grup maut.
Mereka mungkin datang dengan usia 50 tahun ke atas, tetapi semangat bertanding dan kecintaan terhadap sepakbola tetap menyala.
Dari Bukittinggi ke Jambi, bukan hanya membawa bola—tetapi juga membawa nama baik daerah dan semangat persaudaraan.
(Fendy Jambak)

dirgantaraku.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id