
BUKITTINGGI.TOP — Pelatihan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa sebanyak 220 Jam Pelajaran (JP) yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026, tidak hanya diarahkan untuk mencetak tenaga terampil, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang kreatif dan mandiri.
Semangat tersebut mengemuka saat Asril, SE bersama Neni Anita, SH mengunjungi sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan berlangsung di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi.

Dalam kunjungan tersebut, Asril, SE mengingatkan peserta agar tidak berhenti pada kemampuan teknis menjahit semata. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan harus menjadi modal awal untuk menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan mampu menjawab kebutuhan pasar.
“Jangan hanya bisa menjahit. Kita harus mampu menciptakan inovasi, membuat desain sendiri, membangun brand, menjaga kualitas, dan melihat kebutuhan pasar. Dengan begitu, produk yang kita hasilkan memiliki nilai jual dan pangsa pasar yang lebih luas,” ujar Asril.
Ia mendorong para peserta untuk mulai berani menciptakan desain pakaian sendiri, khususnya pakaian wanita dewasa, dengan mengedepankan ciri khas dan kreativitas. Produk yang memiliki identitas, menurutnya, akan lebih mudah dikembangkan menjadi sebuah merek atau brand yang memiliki daya saing.

Asril menilai perkembangan dunia fashion yang dinamis harus menjadi peluang bagi peserta untuk terus berinovasi. Seorang penjahit tidak cukup hanya menguasai teknik produksi, tetapi juga perlu memahami tren mode, selera konsumen, kualitas bahan, desain, hingga strategi pemasaran.
“Kalau kita bisa menciptakan desain sendiri dan memiliki ciri khas, maka kita tidak hanya menjadi penjahit, tetapi bisa menjadi pemilik usaha dan brand sendiri,” katanya.
Lebih jauh, Asril berharap pelatihan selama 220 JP tersebut tidak berakhir begitu saja setelah seluruh materi selesai diberikan. Ia mendorong peserta untuk melanjutkan keterampilan yang diperoleh dengan membangun usaha secara bersama-sama.
Salah satu langkah yang disarankan adalah membentuk kelompok usaha yang memiliki legalitas. Dengan adanya kelompok usaha yang resmi, peserta dinilai akan lebih mudah mengembangkan kegiatan produksi, membangun jaringan pemasaran, sekaligus membuka peluang untuk mengakses berbagai program dan bantuan pemerintah.
“Kalau kelompoknya memiliki legalitas, akan lebih mudah untuk mengembangkan usaha dan mengakses berbagai bantuan maupun program pemerintah. Karena itu, setelah pelatihan ini selesai, jangan berhenti sampai di sini. Teruskan dengan membangun kelompok dan usaha bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Neni Anita, SH, anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi Partai NasDem, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Asril, SE yang telah memfasilitasi sehingga pelatihan tersebut dapat terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Neni, program pelatihan keterampilan seperti ini memiliki arti penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, terutama di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar dapat dimanfaatkan setelah pelatihan selesai,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta tidak hanya menjadikan keterampilan menjahit sebagai bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi mampu melihatnya sebagai peluang untuk menciptakan usaha dan bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Pelatihan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 28 Agustus 2026 tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang terampil sekaligus memiliki keberanian untuk berwirausaha.
Dengan perpaduan keterampilan menjahit, kreativitas desain, kemampuan membaca tren fashion, penguatan brand, legalitas kelompok usaha, serta strategi membaca pangsa pasar, para peserta diharapkan mampu mengubah keterampilan menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan cara menjahit pakaian, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi, melahirkan produk lokal yang berdaya saing, serta membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan baru di tengah masyarakat.
(Fendy Jambak)

dirgantaraku.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id