Festival Pintu Kabun Baralek Gadang: Dari Seni Minangkabau Menuju Generasi Muda Kitabullah

3 menit membaca
Efendi
Berita Terkini, Headline, News - 15 Agu 2026

BUKITTINGGI.TOP – Seni dan budaya Minangkabau kembali menjadi medium untuk membangun karakter generasi muda. Melalui Festival Seni dan Budaya “Pintu Kabun Baralek Gadang”, masyarakat diajak tidak hanya mencintai warisan budaya, tetapi juga mengenal lebih dekat nilai-nilai adat dan agama yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau.

Festival yang akan digelar di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, pada 24 Agustus 2026 itu dipersiapkan sebagai ruang ekspresi sekaligus pembinaan seni dan budaya bagi generasi muda.

Gagasan tersebut disampaikan Asril, SE, saat ngopi bareng bersama awak media, Sabtu (15/8/2026). Menurutnya, Festival Pintu Kabun Baralek Gadang bukan sekadar kegiatan pertunjukan seni, melainkan bagian dari upaya menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Minangkabau yang selaras dengan nilai-nilai agama.

Ia menyebut, konsep tersebut terinspirasi dari cara Sunan Kalijaga dalam melakukan syiar agama melalui pendekatan seni dan budaya, salah satunya melalui wayang kulit.

“Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan visi Sumbar maupun visi Kota Bukittinggi, yaitu adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah. Kita mendorong masyarakat melalui pengenalan dan pembinaan seni dan budaya Minangkabau,” ujar Asril.

Menurutnya, seni dan budaya dapat menjadi pintu masuk yang efektif untuk mengenalkan generasi muda kepada adat Minangkabau. Dari pemahaman terhadap adat, diharapkan tumbuh kesadaran untuk menjalankan kehidupan yang berlandaskan syariat Islam.

“Ketika masyarakat kita sudah mencintai seni dan budaya, maka tanpa disadari mereka akan mengenal adat. Setelah mereka mengenal adat, masyarakat akan berjalan sesuai dengan syariah,” katanya.

Asril menjelaskan, proses tersebut diharapkan berlanjut hingga masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika mereka sudah melakukan kegiatan sehari-hari sesuai syariah dan itu sudah menjadi bagian dari dirinya, maka mereka akan mengenal Al-Qur’an, Kitabullah. Melalui kegiatan ini kita berharap terjadi pergerakan generasi, khususnya generasi muda Kitabullah dengan tetap menonjolkan budayanya,” tuturnya.

16 Penampilan Seni Siap Meriahkan Festival

Festival Pintu Kabun Baralek Gadang telah dipersiapkan dengan melibatkan sejumlah sanggar seni. Sedikitnya 16 penampilan seni akan disuguhkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

Tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, festival ini juga diarahkan untuk memperkuat eksistensi sanggar-sanggar seni sekaligus membuka ruang kolaborasi antarsanggar.

“Panitia sudah menggagas 16 penampilan dengan mengundang sanggar-sanggar. Di akhir kegiatan nanti kita juga akan menurunkan bantuan kepada panitia berupa sarana dan prasarana alat kesenian,” jelas Asril.

Ia menegaskan, dukungan terhadap sanggar seni diharapkan dapat mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan budaya secara berkelanjutan. Sanggar yang ingin memperoleh dukungan sarana dan prasarana didorong untuk aktif menciptakan kegiatan dan membangun kolaborasi.

“Bagi sanggar-sanggar yang ingin mendapatkan sarana dan prasarana, silakan lakukan event budaya dan lakukan syiar budaya dengan mengundang sanggar lainnya untuk berkolaborasi,” imbuhnya.

Bukan Sekadar Seremonial

Asril berharap Festival Pintu Kabun Baralek Gadang tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan berkembang menjadi sebuah gerakan kebudayaan yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Ia menilai, pelestarian budaya akan semakin kuat apabila generasi muda diberikan ruang untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mengekspresikan budaya Minangkabau dalam kehidupan mereka.

“Pada intinya, kita ingin masyarakat Bukittinggi-Agam ini mengenal seni dan budaya yang berdasarkan Kitabullah sebagai identitas dirinya. Kita membangun generasi muda Kitabullah melalui budaya,” pungkasnya.

Festival Pintu Kabun Baralek Gadang pun diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan seni, adat, budaya, dan nilai-nilai agama dalam satu ruang kebersamaan. Dari panggung seni, diharapkan tumbuh generasi muda yang tidak tercerabut dari akar budayanya, sekaligus memiliki pemahaman agama yang kuat.

Dengan semangat “adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah”, Pintu Kabun Baralek Gadang diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam merawat identitas Minangkabau sekaligus menyiapkan generasi penerus yang mencintai budaya, memahami adat, dan menjadikan nilai-nilai Kitabullah sebagai pedoman kehidupan.
(Fendy Jambak)

  • Wartawan:
    Efendi Jambak
    No KTA 12.3/BKTP/XI/2025
Bagikan Disalin
x
x