
KAPAU, BUKITTINGGI.TOP — Laga persahabatan sepak bola usia 50 tahun (U-50) antara Fort De Kock FC Bukittinggi dan PSPS All Star Pekanbaru berlangsung sengit dan penuh gol. Sebanyak 13 gol tercipta dalam pertandingan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Jorong Ladang Laweh, Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (29/8/2026).
Pertandingan yang dimainkan dalam tiga sesi dengan durasi masing-masing 30 menit tersebut berakhir dengan kemenangan telak Fort De Kock atas PSPS All Star Pekanbaru dengan skor 10-3.

Sejak sesi pertama dimulai, kedua tim langsung memperagakan permainan dengan tempo tinggi. Fort De Kock tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dan berhasil mencetak empat gol.
Tiga gol Fort De Kock pada sesi pertama diborong Hendra, sementara satu gol lainnya disumbangkan Desri. PSPS All Star Pekanbaru hanya mampu membalas melalui gol Rino Yuska. Sesi pertama ditutup dengan keunggulan Fort De Kock 4-1.
Memasuki sesi kedua, Fort De Kock kembali menunjukkan ketajamannya. Tiga gol tambahan berhasil dilesakkan melalui dua gol Anto dan satu gol Pak Wil.

PSPS All Star Pekanbaru sempat memberikan perlawanan melalui gol Mamak Carlo. Namun, Fort De Kock tetap mampu menjaga dominasi dan memperlebar keunggulan menjadi 7-2.
Pertandingan semakin menarik pada sesi ketiga. PSPS All Star Pekanbaru berusaha bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 7-3 melalui gol Edi Langkat.
Namun, upaya tersebut belum mampu membendung ketajaman lini depan Fort De Kock. Hendra kembali menjadi momok bagi pertahanan PSPS All Star Pekanbaru dengan mencetak tiga gol tambahan.
Hingga pertandingan berakhir, Fort De Kock mengunci kemenangan dengan skor meyakinkan 10-3. Hendra menjadi bintang lapangan dengan torehan enam gol.
Menariknya, kemenangan tersebut sekaligus menjadi pembalasan atas hasil pertemuan persahabatan sebelumnya. Pada laga yang berlangsung di Pekanbaru, Juli 2026 lalu, Fort De Kock harus mengakui keunggulan PSPS All Star Pekanbaru dengan skor 0-2.
Meski demikian, bagi kedua tim, hasil akhir bukanlah tujuan utama. Pertandingan tersebut lebih mengedepankan semangat persaudaraan, silaturahmi, sekaligus menjaga kebugaran di usia yang tidak lagi muda.

Salah seorang pemain Fort De Kock, Pak Wil, usai pertandingan mengatakan bahwa laga persahabatan tersebut digelar sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara para pemain kedua tim.
“Laga persahabatan ini adalah dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar pemain Fort De Kock dengan pemain PSPS All Star Pekanbaru,” ujarnya.
Menurutnya, selain menjadi ajang silaturahmi, pertandingan sepak bola juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.
“Di samping silaturahmi, laga ini cukup penting bagi kita dalam meningkatkan imunitas tubuh. Dengan tetap bermain sepak bola, kesehatan kita juga tetap terjaga,” tambahnya.
Pak Wil menegaskan, kemenangan yang diraih Fort De Kock bukanlah hal yang paling utama. Baginya, hasil pertandingan hanyalah bonus dari sebuah pertemuan yang jauh lebih penting, yakni terjalinnya hubungan baik dan persaudaraan antarpemain.
“Hasil permainan hari ini, kemenangan bukanlah hal yang penting. Itu hanya merupakan bonus dari suatu pertandingan. Yang utama bagi kita adalah eratnya hubungan silaturahmi,” pungkasnya.
Pertandingan pun ditutup dengan suasana penuh keakraban. Skor 10-3 menjadi catatan di lapangan, namun semangat sportivitas dan silaturahmi menjadi kemenangan sesungguhnya bagi kedua tim.
(Fendy Jambak)

dirgantaraku.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id