KEMBAR KOMPAK DI ATAS MATRAS! Kayla–Kayzha Sabet Perunggu, Dojo Bhayangkara Bukittinggi Borong 4 Medali di Padang

3 menit membaca
Efendi

PADANG, BUKITTINGGI.TOP — Bukan sekadar bertanding, mereka datang membawa semangat juang dan pulang dengan prestasi!
Kejuaraan Karate Mestro X Andalas Padang di GOR Universitas Negeri Padang (UNP), Air Tawar, Padang, 27–29 Agustus 2026, menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet muda Dojo Bhayangkara Polresta Bukittinggi.

Hasilnya luar biasa. Empat medali berhasil digondol pulang, terdiri dari satu medali emas dan tiga medali perunggu.

Yang paling mencuri perhatian adalah aksi dua anak kembar, Kayla Fariza Aska dan Kayzha Fariza Najwa. Putri pasangan Ipda Romi dan Yuli Sahara ini tampil kompak di atas matras dan sama-sama berhasil meraih Juara 3 (medali perunggu) Kumite -40 kg.
Dua saudari kembar itu seolah membuktikan bahwa kekompakan bukan hanya terlihat di luar arena. Di atas matras, keduanya menunjukkan keberanian, disiplin dan semangat pantang menyerah.

Medali yang mereka genggam menjadi buah dari latihan keras yang dijalani bersama.
“Kami berlatih bersama setiap hari. Bisa bertanding di kejuaraan yang sama dan sama-sama membawa pulang medali adalah kebahagiaan yang luar biasa,” ungkap salah seorang dari mereka dengan penuh kebanggaan.

SATU EMAS, TIGA PERUNGGU!
Prestasi Dojo Bhayangkara Polresta Bukittinggi tidak berhenti pada dua karateka kembar tersebut.

Naisha Salsabila Ramadhani tampil impresif dan berhasil merebut Juara 1, medali emas kategori Kumite Pemula.

Sementara itu, Muhammad Defran Al Aqsha juga sukses naik podium setelah meraih Juara 3, medali perunggu kategori Usia Dini.

Total empat medali pun berhasil dibawa pulang kontingen Dojo Bhayangkara Polresta Bukittinggi:
 Naisha Salsabila Ramadhani — Juara 1 / Emas, Kumite Pemula
雷 Kayla Fariza Aska — Juara 3 / Perunggu, Kumite -40 kg
雷 Kayzha Fariza Najwa — Juara 3 / Perunggu, Kumite -40 kg
雷 Muhammad Defran Al Aqsha — Juara 3 / Perunggu, Usia Dini

DARI BUKITTINGGI, TAKLUKKAN MATRAS PADANG
Kejuaraan Mestro X Andalas Padang diikuti puluhan klub karate dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Ajang ini menjadi wadah penting bagi para atlet muda untuk mengasah teknik, mental bertanding, sportivitas dan keberanian menghadapi lawan.

Bagi Dojo Bhayangkara Polresta Bukittinggi, empat medali tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan atlet muda terus menunjukkan hasil positif.
Namun bagi Ipda Romi, pencapaian tersebut bukanlah akhir perjalanan.
Ia justru mengingatkan para atlet untuk tidak cepat berpuas diri.
“Semoga kembar bersaudara ini tetap kompak dan menjadi kebanggaan orang tua, bangsa dan negara. Jangan puas dengan apa yang didapat sekarang, karena ke depan masih banyak event nasional dan internasional yang harus dihadapi,” ujar Ipda Romi(Selasa 1/9/2026).

Pesan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi Kayla, Kayzha, Naisha dan Defran untuk terus berlatih lebih keras.
Hari ini mereka berdiri di podium Mestro X Andalas. Besok, bukan tidak mungkin nama mereka berkibar di podium nasional bahkan internasional.
Dari sebuah dojo di Bukittinggi, lahir keberanian.
Dari latihan yang disiplin, lahir prestasi.
Dan dari dua saudari kembar, lahir sebuah cerita tentang kekompakan, perjuangan dan mimpi menjadi juara.
(Fendy Jambak)

  • Wartawan:
    Efendi Jambak
    No KTA 12.3/BKTP/XI/2025
Bagikan Disalin
x
x