Skip to content
Breaking News

Asril SE Dorong Peserta Pelatihan Garmen Ciptakan Produk Inovatif dan Berdaya Saing

Berita Terkini Edukasi & Ilmu Pengetahuan Headline News 3 minutes read 29 views

BUKITTINGGI.TOP — Semangat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun usaha mandiri terus didorong dalam pelaksanaan Pelatihan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa (220 JP) yang diselenggarakan oleh BLK Payakumbuh bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 28 Agustus 2026 tersebut mendapat kunjungan dan motivasi dari Asril, SE, bersama Neni Anita, SH, pada Sabtu (15/8/2026). Kunjungan berlangsung di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Asril, SE memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak hanya menjadikan pelatihan sebagai sarana memperoleh keterampilan menjahit, tetapi juga sebagai langkah awal untuk membangun usaha yang kreatif, mandiri, dan memiliki prospek pasar.

Asril mengajak peserta untuk terus melahirkan inovasi dan kreativitas dalam menciptakan pakaian, khususnya pakaian wanita dewasa. Menurutnya, kemampuan menjahit harus diiringi dengan kemampuan membaca perkembangan mode dan kebutuhan pasar.

Ia menganjurkan agar peserta mulai berani membuat desain pakaian sendiri yang memiliki ciri khas dan dapat dikembangkan menjadi sebuah brand. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak sekadar menjadi pakaian biasa, tetapi memiliki identitas, kualitas, nilai jual, serta mampu mengikuti tren fashion yang berkembang.

“Jangan hanya bisa menjahit. Kita harus mampu menciptakan inovasi, membuat desain sendiri, membangun brand, menjaga kualitas, dan melihat kebutuhan pasar. Dengan begitu, produk yang kita hasilkan memiliki nilai jual dan pangsa pasar yang lebih luas,” ujar Asril.

Ia juga mendorong peserta untuk tidak berhenti setelah pelatihan berakhir. Keterampilan yang diperoleh selama 220 jam pelajaran (JP) diharapkan dapat menjadi modal untuk membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Asril menyarankan agar para peserta membentuk kelompok usaha yang memiliki legalitas. Menurutnya, legalitas kelompok menjadi salah satu langkah penting agar usaha lebih mudah dikembangkan dan memiliki akses terhadap berbagai program serta bantuan pemerintah.

“Kalau kelompoknya memiliki legalitas, akan lebih mudah untuk mengembangkan usaha dan mengakses berbagai bantuan maupun program pemerintah. Karena itu, setelah pelatihan ini selesai, jangan berhenti sampai di sini. Teruskan dengan membangun kelompok dan usaha bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Neni Anita, SH, anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi Partai NasDem, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Asril, SE yang telah memfasilitasi sehingga kegiatan pelatihan tersebut dapat terselenggara dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Neni, kegiatan pelatihan kerja seperti ini sangat penting dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi pelaku usaha.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan setelah pelatihan selesai.

Pelaksanaan pelatihan menjahit pakaian wanita dewasa ini diharapkan tidak hanya melahirkan tenaga kerja yang terampil di bidang garmen dan apparel, tetapi juga mampu mencetak calon-calon pelaku usaha baru yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing.

Dengan keterampilan, kreativitas, brand yang kuat, legalitas usaha, serta kemampuan membaca pangsa pasar, para peserta diharapkan mampu menjadikan dunia jahit dan fashion sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan di tengah masyarakat.
(Fendy Jambak)

Share
Avatar of Efendi
Written by