
BUKITTINGGI.TOP — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, HIPAKAD bersama Sanggar Pitunang Jam Gadang akan menggelar Festival Tambua dan Tansa se-Sumatera Barat pada 22–23 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengangkat seni tradisi Minangkabau tersebut akan dipusatkan di Stasiun Lambung, Zona 2, Bukittinggi. Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan kembali gairah masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mencintai dan melestarikan seni budaya Minangkabau.

Hal tersebut disampaikan Oktavia Lesmana kepada media, Kamis (13/8/2026).
Menurut Oktavia, festival ini merupakan salah satu upaya untuk mambangkik “Batang Tarandam”, sekaligus menggali kembali kekayaan seni tradisi yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Ranah Minang.
“Untuk mambangkik batang tarandam, kita sebagai pelaku seni terus berupaya menggali seni budaya yang ada di Ranah Minang. Salah satunya melalui Festival Tambua dan Tansa ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, seni Tambua dan Tansa merupakan salah satu kesenian tradisional yang sangat populer di tengah masyarakat Minangkabau. Kesenian tersebut masih kerap hadir dalam berbagai kegiatan adat dan kemasyarakatan, seperti acara khatam Al-Qur’an, alek nagari, hingga berbagai kegiatan lainnya.
“Seperti kita ketahui, seni Tambua dan Tansa ini sangat populer di masyarakat kita. Itu bisa kita lihat dalam berbagai acara masyarakat, seperti khatam Al-Qur’an, alek nagari dan lain-lain,” imbuhnya.
Berangkat dari besarnya potensi tersebut, Festival Tambua dan Tansa se-Sumatera Barat digelar tidak hanya sebagai ajang pertunjukan seni, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi bagi para pelaku seni sekaligus sarana memperkenalkan dan menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
“Nah, dengan potensi tersebut, kita menggelar festival ini dengan tujuan meningkatkan kecintaan masyarakat Minangkabau terhadap budayanya sendiri,” tutur Oktavia.
Ia berharap, pelaksanaan festival ini dapat menjadi langkah awal untuk menggali lebih banyak lagi kekayaan seni dan budaya Minangkabau yang selama ini mungkin mulai terpinggirkan oleh perkembangan zaman.
“Semoga dengan terselenggaranya acara ini, kita bisa menggali seni budaya lainnya di Minangkabau,” pungkasnya.
Festival Tambua dan Tansa se-Sumatera Barat tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu agenda budaya yang memperkuat identitas Minangkabau sekaligus menghadirkan semangat pelestarian budaya dalam suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
(Fendy Jambak)

dirgantaraku.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id