
BUKITTINGGI.TOP, 4 September 2026 — Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian serius jajaran Polresta Bukittinggi. Hampir seluruh wilayah Kota Bukittinggi dinilai memiliki potensi kerawanan terkait peredaran narkoba.
Hal tersebut disampaikan Kasat Reserse Narkoba Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Arvi, S.H., M.H., saat berbincang dengan awak media di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026).

AKP Muhammad Arvi menjelaskan, pengungkapan kasus narkoba merupakan pekerjaan yang cukup rawan. Berdasarkan penanganan yang dilakukan jajaran Satresnarkoba, kasus narkoba ditemukan hampir merata di berbagai wilayah Kota Bukittinggi.
“Untuk pemakai yang ditindak dan tertangkap oleh Unit Resnarkoba Polresta Bukittinggi, hampir 40 persen merupakan pemain lama. Selama bulan Agustus 2026, ada 14 kasus yang kami tangani,” ujarnya.
Menurutnya, jajaran Resnarkoba lebih berfokus pada tindakan dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba. Namun, upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat juga tetap mendapat perhatian.
“Untuk pencegahan, kita dari Resnarkoba lebih banyak melakukan tindakan. Namun demikian, kita tetap merespons apabila ada masyarakat yang mengundang kita untuk melakukan sosialisasi mengenai dampak dan bahaya narkoba,” tuturnya.
Selain kegiatan sosialisasi, Polresta Bukittinggi melalui jajaran Resnarkoba juga memiliki program pembinaan Kampung Anti Narkoba di Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.
Program tersebut, kata AKP Muhammad Arvi, bahkan berhasil meraih peringkat keempat dalam rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara yang lalu.
Di sisi lain, Kasat Resnarkoba memberikan apresiasi kepada masyarakat Kota Bukittinggi dan sekitarnya yang selama ini dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan dan kondisi lingkungan masing-masing.
“Kepada masyarakat Kota Bukittinggi dan sekitarnya, kami mengucapkan terima kasih. Selama ini kami menilai masyarakat di Bukittinggi sangat peduli dan waspada terhadap lingkungannya. Bahkan selama bulan Agustus, ada tiga kali masyarakat yang berhasil mengamankan pelaku,” ungkapnya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian mencegah sekaligus memberantas peredaran narkoba. Kepedulian warga terhadap lingkungan menjadi salah satu kekuatan dalam menciptakan wilayah yang aman dan bersih dari narkoba.
Menutup perbincangan, AKP Muhammad Arvi kembali mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda dan para pelajar, agar tidak pernah mencoba maupun terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
“Jauhilah narkoba. Ancaman hukumannya sangat berat,” pungkasnya.
(Fendy Jambak)

dirgantaraku.com | bukittinggi.top | redakta.xyz | sentral.cfd | bukittinggiku.my.id